Senin, 09 November 2015

Pondasi Kerajaan Dewata Cengkar

Pondasi yang diyakini sebagai peninggalan dari Kerajaan Medang Kamulan memang tidak selayaknya pondasi zaman sekarang. Karena pondasi tersebut terbuat dari baru bata berukuran besar. Dimana batu bata tersebut memiliki panjang 30cm, lebar 20cm dan tingginya setebal 8cm. batu bata dengan ukuran satebal itu memang tidak lumrah  bagi masyarakat sekitar. Apalagi warnanya pun juga tidak sesuai dengan batu bata sekarang ini, yang berwarna kining kemerah-merahan. Sedangkan batu-bata yang ditemukan warga berwarna lebih dominan merah.

Penataan pondasi yang ditemukan juga tidak berbeda dari pondasi sekarang. Pondasi sekarang biasanya beralaskan batu yang dieratkan dengan adukan semen, pasir, gamping dan campuran lainnya. Kemudian diatasnya baru diletakkan batu-bata yang ditata dengan cara memiringkannya, dan kemudian tembok baru dipasang. Namun tidak dengan pondasi yang ditemukan di Dusun Nganggil. Tumpukan paling atas ditata melintang, sedangkan tiga tumpuk dibawahnya dipasang dengan posisi berdiri.




Pondasi yang baru tergali sepanjang 40 meter tersebut ditemukan di dua sawah, yang masing-masing pemiliknya bernama Sutiyono dan Teguh Hariyadi. Di sawah Sutiyono, pondasi tersebut ditemukan di kedalaman setengah meter dan panjang pondasi 10 meter. Sedangkan di sawah Teguh Hariyadi pondasi ditemukan dengan kedaaman galian mencapai 1,5 meter dan panjang pondasi 30 meter.

Perbedaan kedalaman galian bukan berarti pondasi miring, melainkan kedua sawah tersebut terletak di daerah pegunungan, sehingga strategi terasiring atau sengkedan digunakan oleh masyarakat sekitar guna mencegah erosi.

Ditemukannya pondasi di daerah pegunungan tersebut semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terkait kematian Dewata Cengkar. Dimana raja pemakan daging manusia tersebut konon menemuai ajal sebab terjungkal di kedalaman jurang. Begitu juga pondasi yang ditemukan, tidak luput dari ketinggian. Sehingga besar kemungkinan bahwa pondasi tersebut benar-benar pondasi yang pernah mendasari berdirinya Kerajaan Medang Kamulan.

Sebenarnya panjang pondasi yang dipercaya sebagai peninggalan Medang Kamulan tidak sebatas 40 meter. Karena diperkirakan pondasi masih terus membujur ke arah selatan. Tidak menutup kemungkinan penggalian peninggalan sejarah tersebut akan diteruskan hingga keberadaan peninggalan dapat terkuak secara utuh.

Harmoni Dalam ke-Bhineka-an Perjalananan lahirnya Pancasila sangatlah panjang dan melelahkan, sebelum para founding father dari negara kita...