Minggu, 31 Mei 2020
Harmoni Dalam ke-Bhineka-an
Perjalananan lahirnya Pancasila sangatlah panjang dan melelahkan, sebelum para founding father dari negara kita mengesahkan dan menetapkan sebagai dasar negara. Tiap 1 Juni diperingati sebagai hari kelahiran Pancasila karena memang saat itulah dasar negara dirumuskan melalui serangkain rapat oleh tim BPUPKI dan disahkan sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945. Pancasila sebagai dasar negara merupakan pedoman hidup kita, sebagai way of life dalam berbangsa dan bernegara. Di tengah keberagaman yang ada di negeri ini, maka hadirnya Pancasila dapat menyatukan semuanya. Kita semua tahu bahwa negara Indonesia ini terdiri dari berbagai macam perbedaan. Terdiri dari puluhan ribu pulau yang berbeda, yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke. Terdiri lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010. Terdiri dari beragam bahasa, setidaknya ada 718 bahasa daerah yang ada di Indonesia. Terdiri dari 6 agama resmi yang diakui oleh negara, belum juga termasuk agama-agama asli bangsa Indonesia sebelumnya seperti Kejawen, Kaharingan, Marapu, Sunda Wiwitan dan masih banyak lagi yang lainnya.
Indonesia merupakan laboratorium keberagaman, yang di dalamnya terdapat banyak sekali perbedaan yang tak dapat dihindari. Begitu banyaknya perbedaan, sehingga ini menjadi salah satu sebab mudah pecahnya persaudaraan jika tidak dikelola dengan baik. Perbedaan akan menyulut pertikaian jika tidak disikapi secara adil dan bijaksana. Perbedaan akan rentan terhadap terjadinya konflik horizontal, jika tidak ada wadah yang menyatukannya. Perbedaan akan menimbulkan huru-hara, jika tidak ada payung hukum yang mengayominya. Perbedaan akan menjadi sebuah malapetaka, jika tidak ada rasa persatuan dan kesatuan di dalamnya.
Pancasila hadir menjadi sebuah wadah untuk keberagaman yang ada di Indonesia. Pancasila menyatukan kita yang saling berbeda-beda. Melalui semboyannya, Bhinneka Tunggal Ika, tentu kita semua sadar bahwa meskipun kita semua ini berbeda-beda, namun hakikatnya kita tetap satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dengan banyaknya perbedaan ini, marilah kita buat menjadi sebuah kekuatan yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. Dengan perbedaan ini, marilah kita wujudkan sikap persatuan dan kesatuan yang menjadikan kita semakin kuat adidaya. Dengan perbedaan ini, kita wujudkan kehidupan tatanan masyarakat yang rukun, damai, toleran dan saling gotong royong antar sesama. Sehingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, akan menjadi sebuah karakter yang dapat menerima, menyatu dengan perbedaan pada jati diri setiap warga, yang pada akhirnya akan selalu menghargai keanekaragaman, menghormati keberagaman, toleransi terhadap perbedaan, karena memang kita semua telah terpadu, selaras, dan harmoni dalam ke-Bhinneka-an dengan dasar Pancasila.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Harmoni Dalam ke-Bhineka-an Perjalananan lahirnya Pancasila sangatlah panjang dan melelahkan, sebelum para founding father dari negara kita...
-
Pondasi yang diyakini sebagai peninggalan dari Kerajaan Medang Kamulan memang tidak selayaknya pondasi zaman sekarang. Karena pondasi te...
-
Silahkan downloud silabus pada alamat https://drive.google.com/open?id=1S1Gq1-9QYy8mPWjoosOHOsR0wSEYM6_y
-
Pemeringkatan 500 Peneliti Terbaik di Indonesia: Motivasi Berprestasi Untuk Perguruan Tinggi Di Pinggiran Kalimantan Jakarta, 28 Mei 2020...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar